Ternak Ayam Kampung Bagi Pemula

Ternak Ayam Kampung Bagi Pemula
Ternak Ayam Kampung Bagi Pemula

Ternak Ayam Kampung Bagi Pemula

Kita yang sering makan ayam, pasti tahu kalau rasa daging ayam kampung berbeda dengan ayam boiler. Rasa daging yang gurih membuat harga ayam kampung cenderung lebih mahal dari pada ayam boiler. Dalam dunia kuliner, masakan dengan bahan ayam kampung bahkan kerap menjadi buruan para penikmat masakan berbahan ayam. 

Ketenaran ini tidak menutup kemungkinan bahwa banyak orang yang ingin atau pun penasaran dengan bagaimana caranya ternak ayam kampung. Untuk itu budidaya ternak ayam kampung mudah menarik perhatian bagi mereka yang sedang ingin bisnis beternak. 

Lebih dari pada itu, ternak ayam kampung juga cenderung lebih mudah dari pada ternak ayam boiler. Ayam kampung juga dikenal memiliki daya tahan alami yang lebih kuat, sehingga tak rentan terkena penyakit akibat virus atau yang lainnya. Sekali pun begitu, beberapa hal perlu diperhatikan untuk dapat sukses budidaya ternak ayam kampung.

Berikut tips budi daya ayam kampung bagi pemula, yang bisa saya sampaikan:

1. Perhatikan Waktu Memulai Ternak
Waktu berperan penting dalam berbudi daya ayam kampung. Pasalnya, ayam kampung tak asing lagi menjadi buruan warga saat lebaran, baik itu lebaran Idul Adha maupun lebaran Idul Fitri. Hal itu perlu diperhatikan terutama bagi peternak berskala kecil.

Dengan target dua waktu tersebut, bisa diperkirakan peternak dapat memulai beternak ayam kampung sekitar 4 bulan sebelumnya dua laebarna itu. Pasalnya dengan memperhatikan dua waktu tersebut peternak dapat memperoleh keuntungan maksimal.

2. Seleksi Bibit Ayam Anda
Sebelum memulai beternak, peternak pemula juga harus memperhatikan bibit ayam dengan kualitas unggul. Satu hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah keturunan ayam itu sendiri.

Jika peternak membesarkan ayam buras dari keturunan wareng, tentunya akan banyak mengeluarkan pakan, sementara ukuran badannya akan maksimal dalam kisaran 1,5 hingga 2 kilogram.

Sementara itu, jika peternak mengguanakan bibit ayam buras jenis rambon, maka dipastikan ukuran ayam tersebut lebih cepat membesar, dan badan ayam akan mampu maksimal mencapai 4 hingga 5 kilogram.

Kemudian yang perlu diperhatikan adalah peternak memeriksa DOC (bibit ayam). Selain itu peternak pemula juga harus memastikan indukan dan ayam jantan yang mengawininya. Hal itu dilakukan agar terhindar dari bibit ayam yang tidak layak.

3. Pilihlah Pakan Yang Tepat
Hal lain juga harus diperhatikan dalam beternak ayam kampung adalah pakan ayam. Pasalnya pakan merupakan sumber asupan dan nutrisi bagi tubuh ayam. Selain itu, pakan juga memacu perkembangan dan pertumbuhan agar mebdapatkan kuntungan yang maksimal.

Pakan ayam ideal harus mengandung protein tinggi seperti sentrat atau pur ayam. Selain itu, petrenak bisa pula memanfaatkan pakan alternatif seperti jagung, Bungkil kedelai, keong, tepung tulang, tepung ikan, tepung udang, magot, ampas tahu, limbah kedelai. Pakan tersebut nantinya bisa dicampur bekatul sebagai makanan selingan sentrat. Pakan alternatif tersebut membantu menghemat biaya.

Selain pakan, waktu pemberian pakan juga perlu diatur yakni 3 hari sekali saat pagi, siang dan sore. Sementara itu untuk mencegah kanibalisme antara ayam, peternak juga harus menyiapkan dedaunan yang digantung di dalam kandang. Biasanya, ayam akan melakukan kanibalisme jika ayam mengalami kelaparan dan terlambat memberi makan.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah memberi makan hanya dengan bekatul dan nasi aking akan sangat menghambat pertumbuhan ayam karena rendah protein.

4. Bangunlah Kandang Yang Memadai
Hal yang paling penting dalam beternak ayam adalah keseimbangan atara jumlah ayam dan kandang. Artinya peternak harus menyesuaikan jumlah ayam dengan luas kandang, pasalnya ayak kampung lebih aktif ketimbang ayam boiler.

Selain itu, kandang yang baik dipagari waring agar ayam bisa keluar untuk bermain-main di pelataran kandang.

Selain kandang, musim dan cuaca juga harus diperhatikan dalam memulai beternak ayam kampung. Cuaca di musim hujan yang cenderung dingin, peternak harus menyiapakan lampu debagai sarana penghangat ruangan kandang.

Sementara itu, di saat musim kemarau, kandang juga harus diberi penghalang agar terhindar dari terpaan angin yang terlalu kencang. Suhu kandang menjadi kunci kesehatan ayam. Untuk itu kesejukan kandang juga harus dierhatikan dari terik matahari.

Ventilasi juga mejadi hal yang harus diperhatikan, bahkan penempatan kipas blower agar udara tetap sejuk juga diperlukan saat musim kemarau. Sementara di musim penghujan, kandang harus tetap hangat dan kering agar jamur tidak datang dan mengganggu kesehatan ayam.

5. Buatlah Kandang Karantina
Peternak ayam kampung pemula harus memperhatikan kondisi dan perilaku ayam. Para peternak pemula harus memahami saat terdapat ayam sakit harus segera dipisahkan. Sebab, jika tidak dilakukan karantina, akan berpotensi menulari ayam lain. Untuk itu, peternak juga perlu membuat kandang karantina yang letaknya jauh dari kandang utama.

Selain kandang karantina, peternak juga perlu membuat kandang sortir. Kandang itu dibutuhkan untuk memisahkan ayam yang tumbuh lebih lambat dibanding kawanan seumurannya. Pemisahan itu diperlukan untuk menghindari kanibalisme.

Demikian-lah, lima (5) tips untuk memulai beternak ayam kampung bagi Anda yang masih pemula. Pastikan untuk selalu membaca banyak referensi terkait beternak ayam kampung, karena di bagian awal proses ini akan membutuhkan banyak kehati-hatian dan kesabaran Anda sebagai seorang peternak.

0 Response to "Ternak Ayam Kampung Bagi Pemula"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel